Desiderium

2016-08-17-13-02-20Terimalah ini, sebentuk cinta yang kusulam dari kerumun kata. Yang tintanya mengalir bersama musim bergulir. Yang pitanya kurangkai dari angin semilir dan ricik-ricik air. Mungkin tak seberapa. Tapi kuharap bisa menambah warna pada bianglala yang kau gantung di pucuk senja. Semoga memberi makna.
Continue reading

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment

Singa dari Timur [4]

image

: Usaha Da’wah Masturah

***

Bismillah…

Di sebuah desa bernama Kasabpura (dekat New Delhi, India) hiduplah sepasang suami istri, Maulana ‘Abdus Subhan dan ahliyah-nya. Beliau adalah murid Maulana Ilyas di Nizamuddin. Istrinya seorang ‘alimah yang memiliki risau fikir terhadap kondisi muslimah di Mewat saat itu, beliau sedih melihat keadaan kaum wanita yang jauh dari agama dan berpikir bagaimana caranya agar wanita bisa ikut mengamalkan agama. Di rumah beliau, diadakan majelis ilmu untuk mengajarkan wanita akan pentingnya agama.

Continue reading

Posted in Sebungkus Kado | Leave a comment

Da’wah. Ta’lim. Tazkiyah.

2016-12-15-01-33-23Di dunia maya ini, semua orang bisa menjadi siapa saja: hakim, polisi, guru, ustadz, pakar ekonomi, ahli tafsir, ahli bahasa, ahli politik, ahli hubungan internasional, apalah. Siapapun boleh berkomentar, suka-suka menulis status, bebas berpendapat. Semua mengaku benar, tak satu pun yang merasa bersalah dan butuh dikritik. Nasihat hanya tulisan yang patut di‘like’ atau di‘share’ karena di sini hanya berlaku jargon “Don’t Judge me” dan “Urus saja dirimu sendiri”. Jadi, anggaplah saya sedang bicara sendiri dan kamu gak perlu tersinggung.

Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Singa dari Timur [3]

 

14908402_361775797491229_9133506690898092571_n

Bismillah…

India. 100 tahun yang lalu.

Saat itu, perahu yang ditumpangi umat Rasulullah Saw terombang ambing di samudera kegelapan yang penuh penyimpangan dan kebathilan. Di tengah kondisi yang sangat bermasalah itu, Allah sekali lagi menurunkan kasih sayangNya, menunjukkan kuasaNya. Ketika zaman semakin terpuruk dan agama Allah Swt semakin ditinggalkan, itu pertanda bahwa Allah ingin mendatangkan seseorang untuk mengingatkan hamba-hambaNya agar kembali kepadaNya.

Continue reading

Posted in Sebungkus Kado | Leave a comment

Menceracau

fb_img_1475460152870

Dalam sejarah, ga ada istilah Islam merebut kekuasaan dgn cara2 meneror, membuat kerusakan, atau ‘jihad’ serampangan. Bahkan perang pun ada adab2nya. Namun itu adalah opsi terakhir setelah dakwah bil hikmah.

Islam menyebar ke seantero dunia dengan cara hikmah (tabligh), ‘ilmu (ta’lim), dan tasawwuf (tazkiyah), bahkan penaklukan Jerussalem dan Konstantinopel dipimpin oleh mujahid2 sufi. Sebut saja Shalahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih An-Naqshbandi. Tentaranya adalah sebaik2 pejuang. Merampas kekuasaan dgn cara2 yg ga diridhoi Allah hanya akan menjadikan malapetaka bagi ummat, apalagi di akhir zaman ini, ummat muslim bagai buih di lautan, banyak tapi ga berdaya, karena jiwanya kosong dari dzikrullah. Seperti zombi yg hidup tapi otaknya dikendalikan oleh Kaum Kafir dengan berbagai sajian Fashion, Food, Film, Free Sex, Free Thought, Farmasi, Technology. Ummat seperti robot yang diatur geraknya, patuh diperintah oleh mereka, dikendalikan dgn Sigil Magic yg menghipnotis lewat media2 dan simbologi pagan yg bertebaran di sekitar kita. Semua ada maknanya, ada hubungannya, ada tujuannya.

Continue reading

Posted in Setoples Camilan | Leave a comment

Apa deh

13979964711314885220_300x344-23676012461Manusia bisa menjadi apa saja dalam hidupnya. Dari sudut berbeda, aku membaginya menjadi tiga.

Pertama, mereka yang berani memulai, tidak pernah takut meski berbeda, sang perintis, pembaharu, yang otaknya cerdas dan kreatif, yang ide dan gagasannya orisinal. Asli. Autentik.

Di bawahnya, ada manusia kelas dua, yang mencontoh dan meneladani manusia pertama. Mereka meniru dengan berguru, mengambil dengan izin, memodifikasi karena terinspirasi. Yah, setidaknya… masih ada usaha.

Dan kau tahu apa yang lebih rendah dari itu? Mereka adalah manusia kelas tiga, yang malas berupaya, tidak berbuat apa-apa tapi mengaku-aku. Entah apa mereka masih punya malu. Mengambil karya orang lain lalu mencantumkan namanya sendiri. Plagiat. Kasihan sekali, mereka ingin dipuji. Tidak memiliki kepribadian, kurang perhatian.

***

NB: Untuk semua plagiator di jagad maya, berhentilah membuat kebohongan demi mendapat “nama” di mata orang. Kalian, menyedihkan.

You can copy all you want, you will always be one step behind.

Posted in Setoples Camilan | Leave a comment

Kamu

image

Bagiku, sastra seperti rumah yang selalu terbuka untuk kudiami. Sekadar menghangatkan jiwa dalam gerimbun kata atau sembunyi dari kejaran rasa. Bagiku, puisi adalah semangkuk sup yang kunikmati saat pikiranku lapar. Entah karena bosan memeluk diam atau karena kamu yang tetiba duduk di sebelahku menggelar senyuman.

Hei, lama tak bertemu! Ke mana saja? Bangku di tepi jalan itu masih menyimpan percakapan singkat kita. Di ujung kemarau saat kau menantiku, mengenang orang-orang yang hilang, sedang hujan tak kunjung datang. Tak ada yang berubah, musim masih sama, dan kau tetap lelaki yang duduk di seberang senja, menghitung rusukmu yang hilang sebelah.

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment