Monthly Archives: October 2016

Menceracau

Dalam sejarah, ga ada istilah Islam merebut kekuasaan dgn cara2 meneror, membuat kerusakan, atau ‘jihad’ serampangan. Bahkan perang pun ada adab2nya. Namun itu adalah opsi terakhir setelah dakwah bil hikmah. Islam menyebar ke seantero dunia dengan cara hikmah (tabligh), ‘ilmu … Continue reading

Posted in Setoples Camilan | Leave a comment

Apa deh

Manusia bisa menjadi apa saja dalam hidupnya. Dari sudut berbeda, aku membaginya menjadi tiga. Pertama, mereka yang berani memulai, tidak pernah takut meski berbeda, sang perintis, pembaharu, yang otaknya cerdas dan kreatif, yang ide dan gagasannya orisinal. Asli. Autentik. Di … Continue reading

Posted in Setoples Camilan | Leave a comment

Kamu

Bagiku, sastra seperti rumah yang selalu terbuka untuk kudiami. Sekadar menghangatkan jiwa dalam gerimbun kata atau sembunyi dari kejaran rasa. Bagiku, puisi adalah semangkuk sup yang kunikmati saat pikiranku lapar. Entah karena bosan memeluk diam atau karena kamu yang tetiba … Continue reading

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment

Asyura

Asyura, sejarah kembali merobek-robek misterimu yang tertuang di atas kertas. Tinta masih basah dan kenangan belum sepenuhnya jelas. Menggoreskan luka dan mendidihkan laut di mata. Ini bukan ratap nestapa atau syair duka lara. Bukan pula tawa bahagia atau bait-bait kosong … Continue reading

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment

Singa dari Timur [2]

Bismillah *** “Dan jika kalian berpaling (dari jalan yang benar) niscaya Dia akan menggantikan kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kalian.” [QS. Muhammad: 38] Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kaum yang … Continue reading

Posted in Sebungkus Kado | Leave a comment

Merisau

Risau pikir kita terhadap ummat itu perlu, namun merisaukan dan memikirkan kondisi iman-amal sendiri jauh lebih butuh. Jika sebelumnya kita rajin mengajak orang sholat berjama’ah di masjid, namun belakangan ini orang lain yang mengajak kita sholat jamaah di masjid, kita … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Menunggu Mati

Saat ta’lim masturoh kemaren (setelah membaca fadhail a’mal, fadhilah haji, dan mudzakaroh 6 sifat), para ahliya bercerita tentang kondisi dakwah di mahalla-nya masing2 sambil menunggu jemputan sang suami (kecuali saya, hiks.. *abaikan). Saat ahliya yang lain menyampaikan risau pikirnya, saya … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment