Category Archives: Secangkir Renungan

Da’wah. Ta’lim. Tazkiyah.

Di dunia maya ini, semua orang bisa menjadi siapa saja: hakim, polisi, guru, ustadz, pakar ekonomi, ahli tafsir, ahli bahasa, ahli politik, ahli hubungan internasional, apalah. Siapapun boleh berkomentar, suka-suka menulis status, bebas berpendapat. Semua mengaku benar, tak satu pun … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Merisau

Risau pikir kita terhadap ummat itu perlu, namun merisaukan dan memikirkan kondisi iman-amal sendiri jauh lebih butuh. Jika sebelumnya kita rajin mengajak orang sholat berjama’ah di masjid, namun belakangan ini orang lain yang mengajak kita sholat jamaah di masjid, kita … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Menunggu Mati

Saat ta’lim masturoh kemaren (setelah membaca fadhail a’mal, fadhilah haji, dan mudzakaroh 6 sifat), para ahliya bercerita tentang kondisi dakwah di mahalla-nya masing2 sambil menunggu jemputan sang suami (kecuali saya, hiks.. *abaikan). Saat ahliya yang lain menyampaikan risau pikirnya, saya … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Entah

Berinteraksi dengan banyak orang di social media, mau gak mau, sadar atau nggak, pasti menyebabkan kita terlalu sibuk memerhatikan pandangan/penilaian orang tentang kita.. Kalo dipandang baik trus dipuji, kita-nya jadi GeEr (besar kepala), lalu timbul rasa ‘sombong’ meskipun sedikit. Kalo … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Apa sih

Tiap kali ngerjain sesuatu, kadang suka ngebayangin kalo ada yg ngeliat tingkah gw saat itu. Terlebih kalo yg ngeliat bukan orang lain, tapi gw sendiri. Lucu, malu, seneng, sedih, bangga, marah, kecewa? Akan tiba masanya saat semua yg kita lakukan … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Singa dari Timur [1]

Bismillah *** Zaman mungkin terus berganti, orang-orang dan semua yang berada di masanya: nama-nama, peristiwa, kehormatan, kehinaan, terus dipergulirkan, namun ada satu hal yang tidak pernah berubah: pertarungan antara haq dan bathil, tetap dan akan selalu ada. Setiap era telah … Continue reading

Posted in Sebungkus Kado, Secangkir Renungan | Leave a comment

Jangan Dibaca

Sejak manusia diciptakan, pertarungan ini hanya tentang keimanan. Perilaku manusia adalah wujud dari keyakinannya terhadap sumber kehidupan. Ada yang meyakini bahwa sumber kehidupan itu materi (disadari atau tidak), ada yang meyakini sumber kehidupan itu adalah Allah. Yang berpaham materialis, bergantungnya … Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment