Category Archives: Sekotak Surat

Nak

Nak, akulah, ibumu yang akan mengenalkanmu apa itu dunia tempatmu tinggal nanti. Tidak ada yang menarik di sana kecuali rasa cinta yang ada di dirimu untuk semua makhluk, dan cinta Rabbmu kepadamu. Dunia itu cuma sampah, Nak. Maka buanglah ia … Continue reading

Posted in Sekotak Surat | Leave a comment

Surat Kaleng

Bismillaahirrohmaanirrohiim…*** Maaf, sebenarnya aku agak malu menuliskan ini. Tapi biarlah, mungkin coretan ini bisa memecah kebekuan musim di antara kita. Coretan yang menjadi peninggalan percakapan awal kita. Terserah mereka mau bilang apa. Aku sedang berusaha setengah mati menahan jari labalabaku … Continue reading

Posted in Sekotak Surat | 15 Comments

Untukmu sahabat….

biarkan… biarkan….ku selalu menyapamu laksana angin… yang kadang kau suka dan tak kau suka… bila… dari “bintang” kau dapatkan sejuta makna……maka…. berbahagaialah jua sang pemilik hati ini karena bisa tuangkannya dalam hakikat inspirasi…!! syukron berat atas semua yang kau lakukan … Continue reading

Posted in Sekotak Surat | 24 Comments

Surat Untuk Sahabat [hanya kalimat sederhana dari orang sederhana]

Bismillaahirrohmaanirrohiim… tiba-tiba ingin menuliskannya… untuk sahabatku, di manapun dan siapapun ia. yang terbaring sakit, yang hidup di jalanan atau di kolong-kolong jembatan, yang tertimpa gempa, yang dilanda bencana: kebakaran, kebanjiran, longsor, ataupun tragedi lumpur lapindo yang tak kunjung usai. yang … Continue reading

Posted in Sekotak Surat | 31 Comments

Untukmu: LELAKI!!

jangan pedulikan angin dia hanya menggoda rumput yang malu-malu mencanda dalam romantisme sesaat membelaimu dengan tiupan wahn agar kau terlelap senandung jihad begitu indah terdengar lebih indah dari nyanyian awan yang dibawa untuk bumi ketika kematian lebih dicinta demi hidup … Continue reading

Posted in Sekotak Surat | 44 Comments

Untukmu Kader Dakwah

“Wahai Ikhwah, Tetaplah Waspada!!” Selalu, dalam sebuah peristiwa besar hanya sedikit orang yang menggerakkannya. Merekalah pelaku sejarah. Merekalah yang sadar akan skenario cerita. Merekalah yang mampu melihat akhir sebuah proses. Maka merekalah yang memutar biduk kehidupan. Dan KITA adalah MEREKA! … Continue reading

Posted in Sekotak Surat | 23 Comments