Asyura

14691114_347778535557622_8576995363125020235_nAsyura, sejarah kembali merobek-robek misterimu yang tertuang di atas kertas. Tinta masih basah dan kenangan belum sepenuhnya jelas. Menggoreskan luka dan mendidihkan laut di mata. Ini bukan ratap nestapa atau syair duka lara. Bukan pula tawa bahagia atau bait-bait kosong tak bermakna. Aku menuliskannya untuk mengusir lupa. Sebab angin menerbangkan ingatanku ke lorong-lorong bumi yang jauh. Semakin jauh, hingga tenggelam dalam rutinitas yang penuh. Tidak. Aku masih mengingatnya dan akan selalu begitu. Tak peduli sebutan apapun yang mereka tujukan padaku.

Continue reading

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment

Singa dari Timur [2]

14516452_343624955972980_6569925828177896061_nBismillah

***

“Dan jika kalian berpaling (dari jalan yang benar) niscaya Dia akan menggantikan kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kalian.” [QS. Muhammad: 38]

Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kaum yang lain adalah orang-orang yang lebih mentaati Allah Swt (Tafsir Al-Qurthubi 8/235). Menurut Imam al-Mubarakfuri, Allah akan menjadikan sebuah kaum sebagai ganti kalian (bangsa Arab muslim), mereka akan mentaati Allah, tidak sebagaimana kalian yang berpaling dari mentaatiNya. (Tuhfat al-Ahwazi Syarh Sunan al-Tirmidzi, 8/114). Imam al-Syaukani dalam tafsirnya mengatakan, “Jika kalian berpaling dari keimanan dan ketakwaan, niscaya Allah akan menggantikan kalian dengan kaum yang lain. Mereka akan menggantikan posisi kalian, dan mereka lebih bertaqwa kepada Allah melebihi kalian. Mereka tidak akan seperti kalian yang berpaling dari keimanan dan ketaqwaan.”

Continue reading

Posted in Sebungkus Kado | Leave a comment

Merisau

13895023_316843901984419_5380222669081543349_nRisau pikir kita terhadap ummat itu perlu, namun merisaukan dan memikirkan kondisi iman-amal sendiri jauh lebih butuh.

Jika sebelumnya kita rajin mengajak orang sholat berjama’ah di masjid, namun belakangan ini orang lain yang mengajak kita sholat jamaah di masjid, kita perlu risau.

Jika sebelumnya kita selalu sholat di awal waktu, namun belakangan ini sholat “nanti-nanti dulu”, kita perlu risau.

Jika sebelumnya hari-hari kita diisi dengan tilawah Al Quran, namun belakangan ini memegangnya pun sudah mulai jarang, kita perlu risau.

Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Menunggu Mati

14212802_332982440370565_2596461695539082154_nSaat ta’lim masturoh kemaren (setelah membaca fadhail a’mal, fadhilah haji, dan mudzakaroh 6 sifat), para ahliya bercerita tentang kondisi dakwah di mahalla-nya masing2 sambil menunggu jemputan sang suami (kecuali saya, hiks.. *abaikan). Saat ahliya yang lain menyampaikan risau pikirnya, saya melihat seorang ahliya yang diam saja sejak tadi sambil menyimak obrolan, saya baru ingat kalo beliau baru selesai operasi benjolan di lehernya. Terjadilah percakapan antara saya dan ahliya X (sebut saja begitu).

Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Entah

14344158_334693213532821_1914104983502186699_nBerinteraksi dengan banyak orang di social media, mau gak mau, sadar atau nggak, pasti menyebabkan kita terlalu sibuk memerhatikan pandangan/penilaian orang tentang kita.. Kalo dipandang baik trus dipuji, kita-nya jadi GeEr (besar kepala), lalu timbul rasa ‘sombong’ meskipun sedikit. Kalo ada yang gak suka dan beda pendapat dengan kita, keluar dah tu ego-nya, gak mau kalah, ngerasa paling bener, merasa sedang memperjuangkan yang haq (versinya), ujung2nya debat. Kalo udah sibuk ngeladenin orang, lupa deh sama tujuan hidupnya. Seperti nasehat Maulana Yunus Palanpuri Damat Barakatuhum,

“If you are too concerned about what people think of you, you will forget what Allah Swt wants from you.”

Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment

Re

14368640_336713526664123_5761867792180437576_n

Hidup masih saja menghiruk pikuk, saat waktu meringkuk meninggalkan luka yang teruk. Ke mana kaki akan pulang jika jejak terjebak di seribu simpang? Tak ada teman tak pula rasi bintang. Cuma matahari yang sekarat dan kerikil yang terserak. Kompas sudah rusak dan peta telah koyak. Jalan bergelombang menjatuhkan butir-butir keringat juga penat. Tapi kau harus kuat.

Continue reading

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment

Apa sih

14449931_342661382736004_6231876530547723308_n

Tiap kali ngerjain sesuatu, kadang suka ngebayangin kalo ada yg ngeliat tingkah gw saat itu. Terlebih kalo yg ngeliat bukan orang lain, tapi gw sendiri. Lucu, malu, seneng, sedih, bangga, marah, kecewa? Akan tiba masanya saat semua yg kita lakukan di dunia semasa hidup ditampilkan ulang di depan mata kita. Trus gmn reaksi kita? Ah, nggak sanggup rasanya. Yg pasti nyesek, nyesel.

Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment