Singa dari Timur [3]

 

14908402_361775797491229_9133506690898092571_n

Bismillah…

India. 100 tahun yang lalu.

Saat itu, perahu yang ditumpangi umat Rasulullah Saw terombang ambing di samudera kegelapan yang penuh penyimpangan dan kebathilan. Di tengah kondisi yang sangat bermasalah itu, Allah sekali lagi menurunkan kasih sayangNya, menunjukkan kuasaNya. Ketika zaman semakin terpuruk dan agama Allah Swt semakin ditinggalkan, itu pertanda bahwa Allah ingin mendatangkan seseorang untuk mengingatkan hamba-hambaNya agar kembali kepadaNya.

Continue reading

Advertisements
Posted in Sebungkus Kado | Leave a comment

Menceracau

fb_img_1475460152870

Dalam sejarah, ga ada istilah Islam merebut kekuasaan dgn cara2 meneror, membuat kerusakan, atau ‘jihad’ serampangan. Bahkan perang pun ada adab2nya. Namun itu adalah opsi terakhir setelah dakwah bil hikmah.

Islam menyebar ke seantero dunia dengan cara hikmah (tabligh), ‘ilmu (ta’lim), dan tasawwuf (tazkiyah), bahkan penaklukan Jerussalem dan Konstantinopel dipimpin oleh mujahid2 sufi. Sebut saja Shalahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih An-Naqshbandi. Tentaranya adalah sebaik2 pejuang. Merampas kekuasaan dgn cara2 yg ga diridhoi Allah hanya akan menjadikan malapetaka bagi ummat, apalagi di akhir zaman ini, ummat muslim bagai buih di lautan, banyak tapi ga berdaya, karena jiwanya kosong dari dzikrullah. Seperti zombi yg hidup tapi otaknya dikendalikan oleh Kaum Kafir dengan berbagai sajian Fashion, Food, Film, Free Sex, Free Thought, Farmasi, Technology. Ummat seperti robot yang diatur geraknya, patuh diperintah oleh mereka, dikendalikan dgn Sigil Magic yg menghipnotis lewat media2 dan simbologi pagan yg bertebaran di sekitar kita. Semua ada maknanya, ada hubungannya, ada tujuannya.

Continue reading

Posted in Setoples Camilan | Leave a comment

Apa deh

13979964711314885220_300x344-23676012461Manusia bisa menjadi apa saja dalam hidupnya. Dari sudut berbeda, aku membaginya menjadi tiga.

Pertama, mereka yang berani memulai, tidak pernah takut meski berbeda, sang perintis, pembaharu, yang otaknya cerdas dan kreatif, yang ide dan gagasannya orisinal. Asli. Autentik.

Di bawahnya, ada manusia kelas dua, yang mencontoh dan meneladani manusia pertama. Mereka meniru dengan berguru, mengambil dengan izin, memodifikasi karena terinspirasi. Yah, setidaknya… masih ada usaha.

Dan kau tahu apa yang lebih rendah dari itu? Mereka adalah manusia kelas tiga, yang malas berupaya, tidak berbuat apa-apa tapi mengaku-aku. Entah apa mereka masih punya malu. Mengambil karya orang lain lalu mencantumkan namanya sendiri. Plagiat. Kasihan sekali, mereka ingin dipuji. Tidak memiliki kepribadian, kurang perhatian.

***

NB: Untuk semua plagiator di jagad maya, berhentilah membuat kebohongan demi mendapat “nama” di mata orang. Kalian, menyedihkan.

You can copy all you want, you will always be one step behind.

Posted in Setoples Camilan | Leave a comment

Kamu

image

Bagiku, sastra seperti rumah yang selalu terbuka untuk kudiami. Sekadar menghangatkan jiwa dalam gerimbun kata atau sembunyi dari kejaran rasa. Bagiku, puisi adalah semangkuk sup yang kunikmati saat pikiranku lapar. Entah karena bosan memeluk diam atau karena kamu yang tetiba duduk di sebelahku menggelar senyuman.

Hei, lama tak bertemu! Ke mana saja? Bangku di tepi jalan itu masih menyimpan percakapan singkat kita. Di ujung kemarau saat kau menantiku, mengenang orang-orang yang hilang, sedang hujan tak kunjung datang. Tak ada yang berubah, musim masih sama, dan kau tetap lelaki yang duduk di seberang senja, menghitung rusukmu yang hilang sebelah.

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment

Asyura

14691114_347778535557622_8576995363125020235_nAsyura, sejarah kembali merobek-robek misterimu yang tertuang di atas kertas. Tinta masih basah dan kenangan belum sepenuhnya jelas. Menggoreskan luka dan mendidihkan laut di mata. Ini bukan ratap nestapa atau syair duka lara. Bukan pula tawa bahagia atau bait-bait kosong tak bermakna. Aku menuliskannya untuk mengusir lupa. Sebab angin menerbangkan ingatanku ke lorong-lorong bumi yang jauh. Semakin jauh, hingga tenggelam dalam rutinitas yang penuh. Tidak. Aku masih mengingatnya dan akan selalu begitu. Tak peduli sebutan apapun yang mereka tujukan padaku.

Continue reading

Posted in Sekeranjang Sajak | Leave a comment

Singa dari Timur [2]

14516452_343624955972980_6569925828177896061_nBismillah

***

“Dan jika kalian berpaling (dari jalan yang benar) niscaya Dia akan menggantikan kalian dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kalian.” [QS. Muhammad: 38]

Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kaum yang lain adalah orang-orang yang lebih mentaati Allah Swt (Tafsir Al-Qurthubi 8/235). Menurut Imam al-Mubarakfuri, Allah akan menjadikan sebuah kaum sebagai ganti kalian (bangsa Arab muslim), mereka akan mentaati Allah, tidak sebagaimana kalian yang berpaling dari mentaatiNya. (Tuhfat al-Ahwazi Syarh Sunan al-Tirmidzi, 8/114). Imam al-Syaukani dalam tafsirnya mengatakan, “Jika kalian berpaling dari keimanan dan ketakwaan, niscaya Allah akan menggantikan kalian dengan kaum yang lain. Mereka akan menggantikan posisi kalian, dan mereka lebih bertaqwa kepada Allah melebihi kalian. Mereka tidak akan seperti kalian yang berpaling dari keimanan dan ketaqwaan.”

Continue reading

Posted in Sebungkus Kado | Leave a comment

Merisau

13895023_316843901984419_5380222669081543349_nRisau pikir kita terhadap ummat itu perlu, namun merisaukan dan memikirkan kondisi iman-amal sendiri jauh lebih butuh.

Jika sebelumnya kita rajin mengajak orang sholat berjama’ah di masjid, namun belakangan ini orang lain yang mengajak kita sholat jamaah di masjid, kita perlu risau.

Jika sebelumnya kita selalu sholat di awal waktu, namun belakangan ini sholat “nanti-nanti dulu”, kita perlu risau.

Jika sebelumnya hari-hari kita diisi dengan tilawah Al Quran, namun belakangan ini memegangnya pun sudah mulai jarang, kita perlu risau.

Continue reading

Posted in Secangkir Renungan | Leave a comment